Me and love to be myself

Ketahuilah wahai saudaraku, sungguh anda akan menemui masa-masa yang sulit, masa-masa yang melelahkan, dan berbagai ujian, padahal anda tengah berjalan diatas jalan kebenaran dan disibukkan dengan pelbagai aktivitas dakwah. Apabila anda teguh diatas kebenaran dan sabar menghadapi pelbagai ujian. Nescaya kepedihan akan sirna,kelelahan akan hilang, dan yang akan tersisa bagi anda adalah ganjaran dan pahala. [Penawar lelah pengemban dakwah] *Dr Abdullah Azzam*

Tuesday, March 25, 2008

< Feminismekah aku?? >

Feminismekah aku???Lama ia bemukim di minda dan hatiku..sejak ia menerjah lalu dihandsetku..

Feminismekah wanita ansar ketika mereka meminta rasulullah untuk adakan 1 session untuk kuliah mereka semata??Mereka mengadu kerana rasulullah kerapkali bersama muslimin tidak dengan mereka..feminismekah??

Mungkin kerapkaliku berkongsi basi-basi tentang khadijah..walau hanya sekadar basi-basian [tengah tunggu hari-hari untuk menerima 'Khadijah the true love story of muhammad dari 'teman sejasad'ku]. Mungkin setelah usai menamatkan penerokaanku dalam buku itu, aku tidak lagi hanya berbasi-basian..biiznilLah

[Ini mungkin suara hatiku semata..atau ia juga suara hati kami yang bernama wanita]

Sesungguhnya
Kami tak bisa menjadi Usamah si Panglima Muda yang gah di medan tempur,
Tapi salahkah kami menjadi Ummu Sulaim yang setia merawat pejuang agamaNya yang tercedera..

Kami tak bisa menjadi si pengintip kuffar taktala ar-Rasul bersembunyi di Gua Thur,
Tapi salahkah kami menjadi Asma' si penghantar makanan yang setia, yang ditampar Abu Jahal ..

Kami taka bisa menjadi 'Ali si pengganti katil ar-Rasul,
Tapi salahkah kami menjadi Fatimah yang berbekas jasadnya, tabah menguli tepung disaat yang sama menyusui anaknya..

Kami tak bisa menjadi Bilal pelafaz setia ahad..ahAD..AHAD,
Tapi salahkah kami menjadi sumayyah mujahidah pertama Islam yang disula..

Kami tak bisa menjadi Khalid si pedang Allah,
Tapi salahkah kami menjadi Nusaibah si pemenggal kepala kuffar ketika si penyair pengecut itu menolak..

Kami tak bisa menjadi Mus'ab si wakil ar-Rasul mendidik seluruh jiwa di Madinah,
Tapi salahkah kami menjadi Khansa yang sangat redho menghantar ketiga-tiga anaknya ke pentas syuhada'..

Kami tak bisa menjadi Abu Bakar si peneman setia ar-Rasul,
Tapi salahkah kami menjadi Khadijah hartawan yang matinya tidak punya apa-apa, yang kalimah akhirnya pada ar-Rasul "Seandainya tulang-tulangku boleh digunakan untuk Islam maka ambilLah", salahkan kami manjadi Khadijah yang menjadi tulang belakang insan yang bernama Muhammad bin Abdullah..

Sesungguhnya ituLah jalan yang Allah lorongkan untuk kami..Inilah Jalan Dakwah Akhawat [ hehe celup nama tajuk buku lagi ^_- ]
Kita adalah sama, tapi peranan kita berbeza...

mo0ood -> Puteriku Sayang..

Ini memori sirah yang ada dalam ingatanku yang telah lama tidak diupdate..maka tidak mustahil ada kesalahan..betulkan jika aku tersalah ye..Setiap kisah sahabat-sahabiah pasti ada hikmahnya untuk semua tanpa mengira gender...

------------------------------------------------------------

Menerjah difikiran >>

1. Telah 2 minggu berlalu anniversary ayah & ibu yang ke 23, 14 mac yang lalu, hanya tambahan setahun dari usiaku [huhu walaupun seminggu terlambat wish..diriku yang sentiasa kurang cekap dengan apa sahaja jenis nombor]. Teringat riben yang pendek dan panjang..apa yang telah aku lakukan untuk riben yang pendek itu? adakah ia banyak dipenuhi oleh ketaatan atau bergelumang dengan kelalaian? Moga Dia mengampuni kelalaian-kelalaianku yang lalu..Teringat kata-kata ini dari seorang 'AYAH' mungkin juga seorang 'ABANG'


Kita kerapkali menangisi hari-hari lalu
dan bergembira dengan hari yang bakal menjelma.
Salahkah kita bersyukur dengan hari-hari lalu
kerana hari-hari yang laluLah menjadikan diri kita
adalah kita yang sekarang
dan menangisi hari-hari akan datang
kerana kita tidak pasti bagaimana penghujung kita


Aku sangat bersyukur padanya dengan riben yang pendek itu, walaupun diri ini tak sehebat orang-orang yang hebat, namun Dia telah tetapkan akuLah orang yang paling layak menjadi diriku sendiri..Terima kasih tuhan..Setiap kita punyai 'princess story' dan 'nightmare' hari-hari lalu..tapi yakinLah kitalah orang yang paling layak merasai dan menghayati memori itu dan kita hanya layak menjiwai memori itu semata bukan memori yang selain dari itu..Kita paling layak merasai menjadi diri kita sendiri atas aturanNya..Tapi adakah masa depanku tetap seperti kini??Ya Robby, padaMu tempat bermohon dan berharap sesuatu yang terlayak dan terbaik..

4 comments:

Anonymous said...

bila amatullah kata tersentuh baca post nih..ana cepat-cepat nak baca juga..

kali ni betul2 buatkan org yg membaca merasakan betapa betuahnya menjadi seorg wanita..

dan 'kita' sesungguhnya hebat di medan 'kita'

very nice post kak naziha!!

moga Allah terus memberi ilham utk akak menulis!!

-nad-

[ Nazihah ] said...

Astagfirulllah..
Semoga Allah memelihara setiap ilham yang dia titipkan pada akak dari sebarang kesalahfahaman..huhu dosaku sudah cukup menggunung..
Sesungguhnya akhawat hanyalah layak menjadi 'penjaga sarang' yang mendidik generasi masa depan, dulu, kini dan selamanya..'langkah kanan akhwat tetap didalam rumah'..selamat menjadi 'pemburu' yang cekal duhai ikhwah..Sesungguhnya kita sama tapi medan kita berbeza..

cik tim said...

kak, buat ciktim tersenyum baca n3 ni ^^

[ Nazihah ] said...

sekali-sekala cik tim tersenyum ^_-
ramai rupanya 'pejuang2' femenisme ni hehe..